Pemerintah Desa Baru, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi melakukan evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) untuk Tahun Anggaran 2025 di Kecamatan Nanga Pinoh pada Selasa, (14/01/2025) pagi.
Kepala Desa Baru, Eet Roskayudi Aroy melalui Ketua Tim Penyusun RKPDesa, Tarmizi menyampaikan bahwa evaluasi ini dilakukan di Kecamatan setelah sebelumnya dilakukan pembahasan rancangan RKPDesa dan APBDesa pada Kamis, (09/01/2025) lalu di Aula Kantor Desa.
“Evaluasi RKPDesa dan APBDesa ini merupakan tindak lanjut setelah dilakukan pembahasan rancangan kegiatan pemerintah Desa Baru tahun 2025 untuk kemudian ditetapkan bersama BPD Desa untuk direalisasikan di Tahun 2025 ini,” ungkap Tarmizi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Baru.
Lanjutnya, realisasi pembangunan Tahap pertama (satu) untuk tahun 2025 di Desa Baru diperkirakan pada Februari sampai dengan Maret 2025. Desa Baru yang berstatus Desa Mandiri proses pencairan DD sebanyak 2 tahap.
“Kami perkirakan pencairan DD tahap satu pada kisaran Februari atau Maret 2025. Persentase tahap pertama sekitar 40 persen dari pendapatan transfer desa yang bersumber dari Dana Desa (DD),” jelasnya.
Sementara itu, Camat Nanga Pinoh, Hendra Permana melalui Kasi Pemerintahan Kecamatan Nanga Pinoh, Syafwan Adinata mengatakan bahwa evaluasi tingkat Kecamatan merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai upaya pembinaan dari Kecamatan kepada pemerintah Desa.
“Evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan RKPDesa yang dibuat oleh pemerintah desa memuat program prioritas nasional yang bersumber dari DD. Evaluasi juga dilakukan mulai dari nomenklatur kegiatan dan nomor rekening kegiatan agar tidak ada kesalahan administrasi,” paparnya.
Syafwan juga mengingtakan kepada seluruh Desa yang ada di Kecamatan Nanga Pinoh agar segera mungkin menyampaikan dokumen RKPDesa dan APBDesa untuk dilakukan evaluasi di Kecamatan.
“Harapan kami pada awal tahun anggaran 2025 ini 17 desa di Kecamatan Nanga Pinoh sudah menyampaikan dokumen rencana kerjanya untuk di evaluasi di Kecamatan. Alhamdulillah sebagian desa sudah dilakukan evaluasi,” tutupnya.




